Tampilkan postingan dengan label Catatan Hati Seorang Fitry.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Hati Seorang Fitry.... Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Desember 2014




Bukankah Engkau telah mendengar dengan kekuatanMu wahai Tuhan yang menjadikan kekuatan atas doa orang yang lemah, yang ditimpa musibah, yang tenggelam dalam lautan kebingungan penuh dengan keprihatinan...

Aku berseru dengan penuh rendah diri setiap hari dalam besungguhan berdoa kepadaMU.

Sungguh terasa sempit bagiku dunia ini, sementara penduduk dunia tak mengetahui obatku, maka ambillah tanganku, karena aku benar-benar memohon keselamatan dengan ampunanMu.

Aku datang kepadaMU dengan diiringi cucuran air mata.
Oleh karena itu, kasihanilah tangisku ini karena malu kepadaMu.

Aku terlalu banyak dosa dan noda kepadaMu.
Aku sekarang berada dalam kebingungan, sedangkan Engkauadalah Dzat Pembebas Kebingungan..

Aku sakit, sedangkan Engkau adalah obat penawar sakitku.

Ya Alloh, bangkitkan diriku ini dengan penuh harapan.

Aku katakan kepadaMu wahai Tuhanku, aku senantiasa berharap agar Engkau mau memenuhi harapanku.

Balasan yang layak untukku tiada lain Engkau menyiksaku.

Akan tetapi, aku berlindung dengan anugerahMu yang baik.

Wahai tumpuan harapanku,

Engkau telah mengistimewakan junjunganku (Nabi Muhammad SAW) dengan pemberian maaf atas diriku, karena aku sekarang berada di tengah musibah yang menimpaku,...


Ali Bin Abi Thalib ra.

Minggu, 14 Desember 2014

RAGAKU TEGUH, NAMUN TIDAK JIWAKU



Aku hanya mampu menatap takdir yang menuntunku dari balutan hati yang berat,
Seketika ku merasa lemah,
Tak berdaya atas kecewa yang sedikit demi sedikit kau torehkan di hatiku,
Akupun tersungkur di atas kebahagiaanmu,
kau jadikanku tempat persinggahanmu
di kala jiwamu sepi,
Kau curahkan perhatianmu kepadaku
Tapi ketika aku memerlukan pengertian dan perhatianmu..
Kau justru berpaling dariku
Dihadapanku kau tak menganggapku ada..

Aku tak tahu apakah aku sanggup dengan semua ini..
Kenyataan yang mengecewakanku
Hatiku tersayat oleh rasa yang berjuang melawan lara deruan cintaku..
Rasa kecewa membuatku meminta sedikit air mata sebagai pelipur lara
Adakah aku kuat dengan kenyataan ini??
RAGAKU TEGUH, NAMUN TIDAK JIWAKU....!!!!!!!!



19111119:54



Dia yang dulu pernah ku kagumi,
Kini telah menjadi milikku
Tapi entahlah..
Aku tak mengerti dengan hatiku..
Ketakutanku akan lakunya,
Membuatku ragu akan cintanya
Keterdiamannya atas rasanya dulu,
membuatku tak mampu memungkiri
Ada keterkikisan rasa dihatiku untuknya
rasa sayang yang dulu tumbuh di hatiku
kini telah memudar seiring berjalannya waktu
aku benci dengan kepengecutannya
tuk akui rasa dihatinya untukku
Hingga membuatku mengaguminya tanpa dikagumi..

Kini...
Ku cobaa tuk mengais kembali puing-puing rasa yang tersisa dihatiku untuknya
Tuk jalani kebersamaan yang tertunda atas asaku dulu dengannya..

Namun...
Aku tak yakin dengan perasaanku
Aku tak yakin apakah dengan menerimanya akan mengembalikan puing-puing cintaku padanya menjadi utuh..
Aku butuh kepastian..
Tuk yakinkan hatiku..
Bahwa menerimanya adalah keputusan terbaik untukku dan untuknya saat ini..


lagigalau.com

28061113:20

Bertahun-tahun aku melewati terjal kehidupan ini..
Namun selalu ada Engkau yang menuntunku
Mendengar curahan hatiku,
Dan selalu menjagaku,

Kini...
Ketakutan tlah menghampiriku,
Aku tak tahu apakah aku mampu,.
Aku tak tahu apakah aku sanggup menjalaninya..

Aku coba tuk selalu riang,
Dan melupakan semua resahku..
Namun perasaan was-was itu selalu mengikuti pikiranku..

Aku harus bagaimana???
Adakah kesempatan itu bertahan seperti harapan..
Aku takut...
Aku takut jika aku tak mampu..
Aku takut jika harus kehilangan orang-orang yang aku sayang..

Tuhan...
Jika kau izinkan,.
Aku yakin kau mengerti apa pintaku..
Aku hanya berharap pada sebuah kebahagiaan..
kebahagiaan yang membuat orang-orang disekelilingku juga bahagia..


Bersama Orang Tercinta

(*_*)

Bersandarku dalam dinding perih
Merengkuh bayangnya dalam besarnya rindu
Menggapai dirinya
Bayang-bayang pesonanya
Memancarkan merabuk sukma
Membiarkanku gemetar dalam kerinduanku

Tuhan..
Pertemukan kami dalam ridhoMu
Tuk merajut baiti jannati



Yaa Alloh, aku pasrahkan jiwaku kepadaMu
Aku hadapkan wajahku kepadaMu
Aku pasrahkan urusanku kepadaMu
Aku sandarkan diriku kepadaMu
Karena mengharapkan pahalaMu
dan takut azabMu

Tiada tempat bersandar dan menyelamatkan diri dari hukumanMu kecuali dengan berlindung kepadaMu
Aku beriman kepada kitabMu yang telah Engkau turunkan dan kepada nabiMu yang telah Engkau utus...



Senin, 22 September 2014

It's So Damn.!!!!!!

Tidakkah kau mengenaliku?
Satu2nya alasan aku di sini adalah kau
Mataku membeku..
Hingga aku bahkan tak sanggup berbicara
Aku hanya bisa melihatmu sendirian
Meskipun ujung hatiku terasa
sakit seperti ini
Meskipun ujung jariku gemetar seperti ini
Tapi hanya dirimu yg aku fikirkan
Seseorang yg tergila-gila aku rindukan
Kata-kata yg tergila-gila ingin aku dengar kau ucapkan
Aku mencintaimu, aku mencintaimu
Kau di mana??
Orang yg mengukir sebuah kenangan jauh di dalam hatiku



Apakah kamu mendengar hatiku
Apakah kamu melihat air mataku
Di dunia ini hanya ada satu
Bagi aku itu hanya kamu
Kamu membuatku gila
Kamu membuatku menangis
Ketika aku hampir mencapai titik untuk menyentuh kamu
Kamu menjauh seperti angin...


Sebuah kesalahan... Aku juga pernah..
Sangat menyakitkan?? Kau rasakan itu.??? Aku juga..
Hmm.. Ikhlaskan, cinta itu mengikhlaskan.,
bebaskan, cinta itu membebaskan.
Dia bukan milikku,
Dia juga bukan milikmu,
Dia milik Allah sepenuhnya.
Tapi, aku akan selalu melakukan yang terbaik untuknya.
Selama DIA BERSAMAKU...........!!!!!!!!!!
Yaa, Rabb hanya kepadaMulah aku berserah diri.
Aku serahkan segala urusan ini.

Bismillahi walHamdulillah.........

Yaa Alloh, aku pasrahkan jiwaku kepadaMu
Aku hadapkan wajahku kepadaMu
Aku pasrahkan urusanku kepadaMu
Aku sandarkan diriku kepadaMu
Karena mengharapkan pahalaMu dan takut azabMu
Tiada tempat bersandar dan menyelamatkan diri dari hukumanMu kecuali berlindung kepadaMu
Aku beriman kepada kitabMu yang telah Engkau turunkan,
dan kepada nabiMu yang telah Engkau utus.

"Wahai Tuhanku, berikanlah rahmat kepadaku dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagiku petunjuk yang lurus dalam urusanku (ini)."

AAMIIN....

Semilir lembutnya angin pagi justru menikam perasaan.
Sendiri. Sepi
But You'll Never Walk Alone.......

Sabtu, 20 September 2014

Gara-gara Rezky Aditya ^sebuah cerita fiktif^


“Yaa Alloh Yaa Waddud,.
Izinkan aku mengenalnya lebih dekat,
izinkan aku berkumpul dengannya untuk taat kepadaMU,
hati ini telah terpaut padanya untuk bersama-sama mencurahkan mahabbah kepadaMu,
izinkan aku bersatu dengannya dalam dakwahMu, berjanji setia untuk membela syariatMu,
Yaa Rahmanu Rahiim..
Abadikanlah kasih sayangku untuknya,
Tunjukkanlah jalanku dan penuhilah aku dengan cahayaMU yang tak pernah redup,
Lapangkanlah dadaku dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepadaMu.”

Sekilas, doa itu yang ku ingat empat tahun lalu di warung internet bilik 4 dekat rumah ketika melihatnya di media sosial. Sebut saja dia Afiz yang membuatu terpesona. Bukan karena fisiknya saja. Walaupun firman Alloh SWT dalam QS. At-Tiin: 4 “sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”, tapi karena dia mengikuti firman Allah dalam QS. Ali Imran: 31 yang artinya” Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Seiring berjalannya waktu, kami saling cerita, canda, dan tawa. Selidik punya selidik ternyata dia adalah teman Rahman  yang lebih dulu berteman denganku. Sedangkan Rahman adalah temannya teman dekatku Claudy yang ku kenal dari salah satu grup pecinta Rezky Aditya. Artis terkenal yang sedang digandrungi banyak wanita. Apalagi sinetronnya yang waktu itu sedang in dan menduduki rating tertinggi di dunia sinetron Indonesia.

Cerita punya cerita Rahman ngefans sama Claudy. Akhirnya Claudy pun cerita-cerita lewat inbox tentang Rahman padaku.
“Fit, kamu kaya’nya berteman dengan Rahman deh. Emang kamu kenal dia?” selidik Claudy.
“Iya, aku emang berteman dengan Rahman. Aku cuma tahu kalau dia tinggal di Jakarta. Selebihnya gak tahu. Emang kenapa Dy?” tanyaku.
“Gak papa sih. Hehehe.”
“Kaya’nya dia ngefans sama kamu deh Dy. Dia lagi usaha deketin kamu tuh” godaku.
“Ihh, egk mau deh Fit. Kamu aja sana” balas Claudy.
“Yee, Claudy ko’ gtu.?? Kalau aku sih mendingan buat kamu aja Dy.”
“Ogah ahh. Ehh Fit, aku balik tugas dulu yak.??”
“Oke deh.. Salam buat Rahman ya, bilang sama dia tetap semangat. Hahaha”
“Fit apaan sih.??

Akhirnya Claudy melanjutkan pekerjaannya sebagai coas dokter di salah satu rumah sakit di Yogya, dan aku sendiri juga melanjutkan tugasku sebagai mahasiswi program sarjana matematika.
***

Waktu terus berlalu. Kami bertiga, Aku, Claudy, dan Rahman akhirnya semakin dekat dan semakin akrab. Di saat akrabnya hubungan kamu bertiga, Afiz muncul dengan segala pesonanya (dilebay’in ahh.. xixixi J). Dan sepertinya usaha Rahman untuk berkenalan lebih jauh dengan Claudy tidak ada perkembangan. Rahman pun mulai melangkah mundur setapak demi setapak dan akhirnya menghilang dari Claudy. Walapun aku dan Claudy masih bersahabat seperti dulu tapi intinsitas kami ngobrol dengan Rahman semakin sedikit. Bahkan hampir tidak ada. Akhirnya Rahman malah lebih sering cerita-cerita dan curhat kepadaku. Akupun menjadi sering cerita-cerita, saling tukar pengetahuan tentang apapun dengan Afiz dan Rahman. Berlanjut hampir selama satu setengah tahun.

Detik demi detik, hari demi hari berlalu. Keindahan dan keseruan itu akhirnya hilang. Mungkin benar apa firman Alloh SWT dalam QS. Al-Hadid: 20 yang artinya “Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan- Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”

Tetapi waktu terus berlalu, hidup terus berputar.
"Hidup harus terus berlanjut, tidak peduli seberapa menyakitkan atau membahagiakan, biar waktu yang menjadi obat". -- Tere Liye, Ayahku (Bukan) Pembohong.


Dalam masa-masa setelah cerita antara Aku, Afiz, dan Rahman berlalu, aku tetap berproses. Untuk menjadi lebih baik. Tentunya. dan demi meraih tujuan hidup.
Seperti yang dikatakan Tere Liye dalam novelnya, "Orang-orang yang memiliki tujuan hidup tahu persis apa yang hendak dicapainya, maka baginya semua kesedihan yang dialaminya adalah tempaan, harga tujuan tersebut. Dan sebaliknya."
Demikian juga dengan jalan kehidupanku dalam bersosialisasi. Seorang laki-laki datang kembali dengan segala tujuan hidupnya untuk bersamaku. Sebut saja dia Fian.

 
To Be Continue..............